Langsung ke konten utama

Alternatif JDK 11 dari Oracle untuk Pengembangan Aplikasi dan Game Anda Secara Gratis

java
Ilustrasi Java dari Pixabay

Dalam artikel saya seperti tutorial melakukan instalasi Cordova, saya merekomendasikan JDK 11 dari Oracle sebagai salah satu resource untuk melakukan build aplikasi. Namun, dalam hal ini saya lebih menekankan penggunaan JDK 11 dari Orale hanya dalam konteks pengembangan atau mencoba aplikasi. Untuk tujuan komersial dan produksi sebenarnya Oracle sudah memberikan lisensi berbayar untuk produk JDK-nya. Oleh sebab itu, pada artikel ini saya akan membahas alternatif-alternatif JDK 11 selain dari Oracle yang bisa Anda gunakan secara Gratis.

Selain itu, ada beberapa kekurangan dari JDK 11 Oracle seperti tidak bisa digunakan untuk sistem berbasis 32 bit. Sedangkan beberapa tools pengembangan terkini membutuhkan minimal JDK 11 untuk menjalankan pekerjaannya. Hal ini tentu saja mendorong pengguna sistem berbasis 32 bit mencari pengganti yang kompatibel dengan perangkatnya.

Untuk itu pada artikel ini saya sudah susun beberapa alternatif JDK 11 sebagai pengganti JDK 11 dari Oracle.

Alternatif JDK 11 Selain dari Oracle

Sebenarnya JDK dari Oracle sendiri merupakan produk turunan dari OpenJDK yang dikembangkan oleh Oracle sendiri, beberapa perusahaan seperti Red Hat, IBM, Azul, dll. bahkan oleh komunitas Java. Tidak seperti JDK dari Oracle, OpenJDK bersifat open source sehingga kode-kode binary dari OpenJDK terbuka untuk umum dan tentu saja gratis. Hanya saja OpenJDK sendiri belum mempunyai build resmi untuk pengguna sistem operasi Windows.

Namun, Anda (termasuk saya) yang merupakan pengguna sistem operasi Windows tidak perlu berkecil hati. Anda bisa menggunakan JDK yang dibuat beberapa vendor yang menggunakan basis kode dari OpenJDK layaknya Oracle. Tentu saja SE Java Development Kit yang saya masukan dalam daftar berikut open source dan gratis. Berikut daftarnya!
  • Adoptium
  • Azul Zulu
  • Hotspot
  • Eclipse OpenJ9
  • Liberica JDK

JDK yang Saya Gunakan

Mungkin Anda-Anda semua ingin tahu prefrensi yang saya gunakan soal JDK, dalam hal ini mungkin saya akan sedikit bercerita. Sebenarnya saya dulunya menggunakan Adopt OpenJDK yang sekarang sudah berganti jadi Adoptium. Hanya saja setelah Adoptium mensyaratkan minimal webserver 12 yang membuat Adoptium tidak lagi kompatibel dengan laptop "kentang" yang saya gunakan dulu, terpaksa saya uninstall.

Saya sempat kembali menggunakan JDK 8 dari Oracle yang masih gratis karena memang dulu tidak perlu juga JDK 11. Sampai beberapa tools yang saya gunakan memerlukan JDK 11 untuk tetap bisa jalan, saya kembali mencari alternatif JDK untuk ganti JDK 8 dari Oracle. Sebenarnya perangkat saya sekarang sudah support menggunakan Adoptium kembali, dan Adoptium sendiri bisa menjalankan JVM Hotspot dan Open9, tapi entah kenapa saya kepikiran untuk mencoba yang lain.

Sampai akhirnya pilihan saya jatuh kepada Liberica JDK dari bellsoft yang sebenarnya kalau ditanya alasannya saya pilih secara acak. Namun, kalau dibandingkan dengan JDK 11 dari Oracle sendiri keunggulan jelas dari Liberica JDK ialah lebih banyak perangkat yang kompatibel termasuk yang masih pakai sistem berbasis 32 bit. Selain itu, proses instalasi tidak ribet, Anda tidak perlu repot-repot melakukan pengaturan "system environment" perangkat Anda, semua sudah dilakukan secara otomatis.

Akhir Kata

Terimakasih sudah membaca artikel ini sampai selesai termauk curhatan saya tentang alternatif yang saya pilih untuk mengganti JDK 11 dari Oracle. Pada akhirnya semua kembali kepada Anda masing-masing. Jika Anda masih ingin menggunakan JDK 11 Oracle, Anda bisa mengurus lisensi dari Oracle dengan menghubungi bagian penjualan Oracle terkait biaya jika ingin membuat produk secara komersil menggunakan JDK 11 Oracle.

Jika ada yang ingin ditanyakan jangan ragu untuk berkomentar!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Project Cordova dan Build ke Android Terbaru

Seperti yang gua janjikan, di tutorial kali ini gua akan membahas bagaimana cara membuat proyek Cordova dan melakukan build ke platform Android terbaru yang didukung oleh Cordova sekarang yaitu Android 11 (API level 32). Pada tutorial ini, output yang kita dapatkan berupa file .apk , untuk melakukan build ke app bundle supaya bisa kalian masukan ke Google Playstore akan gua bahas pada tutorial selanjutnya karena pada blog ini kita akan mempelajarinya secara step by step (alibi sih, sebenarnya gua malas ngetik panjang). Sebelum itu, pastikan kalian sudah melakukan instalasi Cordova, Java SE JDK 11, dan sudah mempunyai resource Android SDK untuk platform Android API level 32 serta build tools 32.0.0 . Jika belum, kalian bisa melihat tutorial sebelumnya . Jika sudah, mari kita lanjut ke tutorial selanjutnya. Membuat Proyek Cordova Supaya lebih terorganisir kalian bisa membuat  folder  baru untuk proyek cordova dan  copy  direktori tersebut. Buka terminal atau command l...

Cara Build Proyek Cordova ke APP Bundle Supaya Bisa Rilis di Google Playstore

Setelah kita mengetahui bagaimana cara melakukan build ke .apk dan bagaimana caranya mengatur proyek android di Cordova, kali ini kita akan belajar bagaimana caranya melakukan build proyek Cordova android kita ke app bundle (.aab) supaya aplikasi atau gim kalian bisa diunggah ke Google Playstore. Pada saat artikel ini dibuat, Google Playstore memerlukan target API minimal 31 untuk bisa di- publish . Jika kalian mengikuti tutorial di blog ini, tentu saja tidak menjadi masalah. Namun, jika belum sesuai dengan persyaratan Google, silahkan update platform ke API Level 32 dan versi build tools 32.0.0 (soalnya cordova sekarang maksimal mendukung sampai API level 32). Jika semua persyaratan sudah siap, langsung saja kita ke tutorialnya. Keystore Sesuai dengan ketentuan Google, aplikasi atau gim yang akan kalian publish ke Google playstore hendaknya sudah ditandatangani untuk menyatakan jika aplikasi atau gim tersebut resmi punya kalian. Untuk melakukan tandatangan kalian harus pu...

Cara Mengatur Proyek Cordova Android

Yo! Apa kabar semuanya? Kita sudah berhasil membuat proyek Cordova kita, bahkan kita juga sudah berhasil melakukan build ke aplikasi android. Namun, hasilnya terasa masih kurang, ntah itu icon aplikasi masih bawaan Cordova, orientasi masih belum sesuai keinginan, atau tidak dalam mode fullscreen. Pada tutorial kali ini, gua akan memberitahu bagaimana caranya kalian mengatur hal-hal tersebut. Tanpa berlama-lama lagi ayo kita ke tutorialnya! Icon Sebelum kita melakukan pengaturan untuk icon , tentu saja kita harus sudah ada icon -nya terlebih dahulu. Berapa ukuran icon yang diperlukan, setahu gua ga ada aturan pasti asalkan ukuran rasionya 1:1, kalau gua biasanya mengikuti aturan icon dari aplikasi Google Playstore 512 x 512, jadi kalau mau mengunggah ke Google Playstore tak perlu otak-atik lagi. Oh ya, pastikan icon kalian dalam format PNG. Kalau sudah ada icon- nya, kita bisa membuat folder baru dengan nama “icon” di folder proyek kalian dan di dalam folder icon kita masukan gamb...